Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Kota Kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kota Kita. Tampilkan semua postingan

Polres Bagi-Bagi Pelampung

Written By Unknown on Rabu, 20 November 2013 | 00:02



 Antisipasi Cuaca Buruk

Polres Gresik Bagikan Pelampung Gratis Kepada Nelayan

                                                                                                                                                                             Foto : Yudhi
CUACA BURUK : Kapolres AKBP  Akhmad Ibrahim bersama jajaran  membagikan  pelampung gratis kepada nelayan di tengah laut.

Memasuki musim hujan, perairan di ombak di Laut Jawa mulai  meningkat. Untuk menghindari kecelakaan di laut, Polres Gresik membagikan pelampung gratis kepada nelayan di Pantai Lumpur. Harapannya, pelampung bisa menjadi penyelamat ketika mereka melaut.



AKSI bagi-bagi pelampung itu dilakukan di dua titik perkampungan nelayan. Masing-masing Kelurahan Kroman dan kelurahan Lumpur, keduanya di Kecamatan Kota.

Kapolres Gresik AKBP Ahmad Ibrahim mengatakan, pembagian itu bertujuan untuk memberi kemudahan kepada nelayan yang melaut dalam kondisi cuaca yang cenderung memburuk belakangan ini. Bahkan,  gelombang di laut Gresik saat ini sudah mencapai dua meter lebih.

Dikatakan, aksi ini merupakan lanjutan dari aksi sebelumnya. “Saat ini, kami bagi-bagikan pelampung kepada nelayan Lumpur, kedepan kami pastikan seluruh nelayan di Gresik akan mendapatkan pelampung,” kata Ahmad Ibrahim di sela-sela aksi bagi-bagi pelampung,

Aksi ini, kata dia, merupakan langkah antisipatif menghadapi kondisi cuaca yang semakin memburuk.“Saat ini merupakan saat di mana angin barat muncul, hal ini cukup memperihatinkan bagi para nelayan,” ujarnya.

Dikatakan, para nelayan biasanya menggunakan jerigen sebagai alat pengaman di tengah laut. Padahal, alat tersebut tidak memiliki standar keselamatan saat terjadi kecelakan di laut. “Para nelayan kondisinya cukup memperihatinkan, mereka tidak mempunyai alat keselamatan yang memadai,” jelas dia.

Dijelaskan, pelampung yang dibagikan kepada para nelayan kondisi sesuai standar. “Kami sudah melakukan percobaan terhadap pelampung ini, dipastikan dapat digunakan satu tahun,” beber dia.

Dalam kesempatan ini, ia mengajak seluruh pihak terkait agar ikut memperhatikan kondisi para nelayan. “Acara ini kami lakukan dengan adanya dukungan beberapa pihak, termasuk Satuan Polisi Perairan (Sat Polair),” ungkapnya.

Sementara itu, para nelayan kemarin terlihat antusias menerima pemberian cuma-cuma alat pelampung tersebut dari kepolisian. Mereka pun terlihat senang. “Kami senang, karena kondisi sangat tidak menentu, membuat kami merasa khawatir juga,” jelas salah satu nelayan Lumpur, Soleh. Para nelayan berjanji akan selalu menggunakan pelampung yang diberikan. “Kami pasti akan selalu pakai pelampung ini, janji Soleh. (rof)

Cuaca Buruk

Written By Unknown on Selasa, 19 November 2013 | 22:31



Cuaca Laut Jawa Mendung
Pelaut Khawatir Ombak Besar, Penumpang Was-Was

Yudhi/Radar Gresik
Foto : Yudhi
MENDUNG : Cuaca di sekitar Pelabuhan Gresik terlihat gelap oleh mendung.
Kondisi laut Jawa atau di sekitar perairan Gresik diselmuti mendung sejak dua hari terakhir. Kendati demikian Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gresik belum mengeluarkan himbauan atau larangan berlayar. Namun para awak kapal khawatir dengan cuaca seperti itu.

KEKHAWATIRAN itu dirasakan oleh Hamzah (34), salah seorang ABK kapal barang yang bersandar di Pelabuhan Gresik. Kondisi cuaca yang akhir-akhir ini tidak menentu membuat dirinya agak  takut berlayar. Meskipun berlayar adalah pekerjaan sehari-hari, dengan kondisi cuaca yang tidak bisa diprediksi membuat ketakutan.
Menurutnya, dengan kondisi cuaca yang semacam ini, dirinya merasa agak ketakutan, karena banyak kapal yang tenggelam. “Saya ya sedikit takut, bisa saja kapal ini tenggelam,” tuturnya.
Pelaut kelahiran Banjarmasin ini sibuk memindahkan barang dari Pelabuhan kedalam perahunya. Kegiatan semacam ini, merupakan pekerjaan rutin saat kapal akan berlayar kembali. Hamzah mengatakan, dirinya selama satu tahun hanya empat kali berada didaratan. “Biasanya satu kali bersandar, kapal akan jalan lagi beberapa hari kemudian,” jelasnya.
Hal senada dirasakan oleh Faisal, nahkoda kapal berusia 60 tahun. Kapal yang dinahkodainya membawa barang-barang perdagangan. Barang itu akan dibawa menuju Ambon untuk diperjual belikan disana. Satu rate perjalanan, dirinya bisa menghabiskan 60 ton solar.
Kondisi cuaca yang seperti ini, biasanya para pemilik barang komplain. Karena barangnya akan terlambat sampai tujuan. “Kalau cuacanya buruk ya kami tidak berani berlayar, sehingga pelanggan banyak yang protes,” jelasnya.
Biasanya cuaca buruk terjadi di November akhir ini. Namun, kondisi alam yang tidak menentu seperti sekarang ini bisa membahayakan pelayaran. “Sebetulnya saat ini belum masuk cuaca yang extreme, tapi kondisi alam saat ini yang tidak dapat diprediksi sewaktu-waktu cuaca bisa berubah,” jelasnya.
Nanang Affandi, Kasie Kepalabuhanan KSOP Gresik mengatakan, hingga kini pihaknya belum mengeluarkan peringatan tentang bahaya gelombang tinggi. Prakiraan cuaca dari BMKG menyatakan, kondisi gelombang dan kecapatan angin masih di ambang batas normal.
"Kalaupun ada gelombang tinggi pasti akan kami pantau. Pemantauan juga kami peroleh dari BMKG, nahkoda kapal yang berada di laut serta informasi dari lokasi pengeboran minyak di lepas pantai," terang dia.
Hanya saja Nanang berharap para pelaut tetap mengantisipasi perubahan cuaca yang bisa berjalan cepat. "Ini penting demi keselamatan mereka selama berlayar," pungkas Nanang. (rof)
 
Support : PT Media Gresik | Untuk Negeri
Asli © 2013. BlokGresik.com - LOVE TO GRESIK